Terlihat Kekanak-kanakan, Tapi Kegiatan Ini Bisa Bantu Jaga Fungsi Otak

Tak ada salahnya jika orang dewasa sesekali melakukan hal yang identik dengan anak-anak dan terkesan kekanak-kanakan. Tapi jangan salah, justru hal-hal seperti itu bermanfaat untuk mempertajam memori otak.

Apa saja hal-hal yang lumrah dilakukan anak-anak tapi bisa pula dilakukan orang dewasa dan bermanfaat untuk meningkatkan memori otak? Berikut pemaparannya.

1. Bertanya tiada henti
Anak-anak penuh dengan rasa penasaran. Berbagai hal di sekitar pun bisa jadi sumber pertanyaan untuknya. Nah, bagi orang dewasa, selalu penasaran dengan segala sesuatu bisa bermanfaat bagi kemampuan otak.

Diungkapkan Your Brain Matters Campaign, rangsangan pada otak baik dengan melakukan suatu pekerjaan, bersosialisasi, dan belajar bisa berdampak besar pada memori dan keterampilan berpikir meski usia sudah lanjut.

Untuk itu, tak masalah jika Anda penasaran pada sesuatu dan berusaha mencari jawaban akan hal tersebut. Atau, coba lakukan sesuatu yang baru untuk menantang diri Anda.

2. Memanjat sesuatu
Dikutip dari Essential Baby, studi dari University of North Florida menemukan orang dewasa yang memanjat pohon, berjalan dengan telanjang kaki, dan melakukan tugas lain yang membuat mereka lebih peduli pada tubuh dan lingkungannya memiliki kemampuan mengingat yang lebih baik.

Dua jam setelah diminta melakukan kegiatan itu, diketahui kemampuan memori otak partisipan meningkat 50 persen dan itu membuat mereka lebih mudah mengambil keputusan.

"Dengan istirahat dari rutinitas dan melakukan hal-hal yang tidak bisa ditebak, membuat kita secara sadar menyesuaikan tubuh kita. Hal itu pun berpengaruh pada kemampuan otak kita," tulis para peneliti.

3. Sesekali lampiaskan amarah (Stress Release)
Pernahkah melihat anak-anak tantrum? Mungkin orang dewasa akan kesal dibuatnya. Namun, pelatih yoga Jane Collins mengatakan sebenarnya melepaskan amarah dan stres yang dirasa dapat bermanfaat untuk kesehatan. Seperti diketahui, stres bisa mengganggu imunitas tubuh, pola tidur, dan juga pola makan.

"Caranya mudah. Ketika Anda marah dan stres, coba bernapas cepat dengan bibir tertutup sampai Anda seperti mendengar dengusan kuda. Itu baik untuk membuat wajah lebih santai dan melepas ketegangan," tutur Collins.

4. Beraktivitas di ruang hijau
Studi di Inggris menemukan bahwa berolahraga di ruang hijau minimal 5 menit saja, bisa meningkatkan mood seseorang. Bukan tanpa alasan sebab olahraga sendiri punya berbagai manfaat untuk tubuh.

Sebut saja aliran darah lebih lancar dan kadar hormon kortisol (hormon stres) berkurang. Kemudian, olahraga teratur bisa mencegah penyakit seperti diabetes, kolesterol, dan hipertensi yang pastinya bisa berdampak pada tubuh termasuk otak.

5. Tidur teratur
Data Royal Society for Public Health menunjukkan 4 dari 10 orang dewasa tidak mendapat jam tidur cukup. Padahal, kondisi ini berkaitan dengan risiko depresi, gangguan konsentrasi, dan kecemasan.

Untuk itu, tak ada salahnya jika Anda tidur di jam yang sama setiap malam. Ya, sama seperti kebiasaan di masa kanak-kanak yang kerap ditanamkan orang tua.

6. Menari
Studi tentang demensia yang diterbitkan di New England Journal of Medicine tahun 2003 menemukan orang dewasa yang sering menari bersama teman-temannya berisiko 75 persen lebih rendah terkena demensia dibanding mereka yang tidak pernah menari.

Bahkan, ketika Anda menikmati tarian yang dilakukan sendiri saja itu sudah bisa membuat tubuh aktif dan pastinya mendulang manfaat bagi kesehatan. Agar fungsi otak tetap terjaga, jangan lupa pula terapkan gaya hidup sehat seperti mengatur pola makan, hindari rokok, cukup istirahat, dan hindari stres.

Sumber : health.detik.com

 

Supermap - Peta Sukses Kekuatan Mind Mapping
Pusat Pelatihan Pendidikan dan SDM Profesional
Mind Mapping - Super Memory - Speed Reading - Goal Setting

Pin It