Berbagai Macam Latihan Otak untuk Cegah Pikun Dini

Otak merupakan salah satu organ vital dalam tubuh. Salah satu fungsi otak adalah untuk berpikir, dengan berpikir terus-menerus bisa membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif yang menyebabkan pikun.

Kunci dari menjaga otak kita agar tetap sehat adalah menjaga badan tetap bugar dan pikiran tetap aktif. Dengan terus memberikan latihan, otak kamu akan terstimulasi untuk terus bekerja.

"Otak kita jangan pernah diistirahatkan, pakai terus untuk mikir. Baca, belajar hal-hal yang baru," ujar dokter spesialis saraf dari Rumah Sakit Pondok Indah - Bintaro Jaya, dr Gea Pandhita, MKes, SpS di Restoran Asiatale, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ada banyak cara untuk melatih otakmu agar tetap sehat. Pilih salah satu dari latihan berikut yang kamu suka dan sesuai dengan kemampuanmu.

1.  Main puzzle
Segala jenis puzzle, baik angka, huruf, maupun gambar dapat membantu otakmu terus bekerja. Tujuan utama dari bermain puzzle adalah terus menstimulasi otak dan meningkatkan kemampuan mengingat.

Ada banyak permainan puzzle, seperti teka-teki silang (TTS), scribble, sudoku, permainan koordinasi dan puzzle menyusun gambar.

Selain itu, puzzle juga menstimulasi fungsi pertimbangan dan pemecahan masalah. Kedua bagian tersebut merupakan bagian yang pertama kali rusak karena demensia.

2. Belajar hal baru
Pernah dengar ungkapan "kamu tak pernah terlalu tua untuk mempelajari hal baru"? Yap, ungkapan tersebut benar dan kamu tak perlu pergi ke sekolah untuk mempelajari hal baru.

Kemampuan untuk belajar merupakan penanda otak yang sehat. Kalau kamu terus belajar, berarti otakmu akan terus sehat karena ada banyan neuron baru yang terproduksi.

Mulailah merasa 'haus' akan hal-hal baru, ikuti beberapa pelatihan, seminar, atau ikut les-les kecil yang menarik. Meningkatnya kemampuan mengingat jangka panjang dapat menangkal demensia.

3. Baca buku
Bacalah buku apapun sesuai yang kamu suka. Perilaku, fungsi memori, dan ingatan meningkat saat kita membaca buku. Dan meski sama-sama memberi informasi, namun membaca buku lebih baik untuk otakmu daripada menonton.

Menurut situs DHB, peneliti menemukan adanya aktivitas otak pada seluruh kelompok umur secara langsung berkorelasi dengan menonton TV, padahal bisa menurunkan fungsi otak yang jadi penyebab demensia.

4. Main bersama anak-anak
Anak-anak mempunyai imajinasi yang kuat dan jelas, yang secara langsung terkait pada ingatan. Dengan bermain bersama anak-anak maka kamu akan langsung menjadi bagian dari dunia mereka.

Saat bermain dengan anak-anak, umumnya orang dewasa akan tidak terlalu stres. Ini karena tekanan darah, hormon kortisol, denyut jantung, dan level stres semuanya menurun, namun hormon serotonin di otak meningkat.

5. Olahraga
Sebuah studi dilakukan di Swedia membuktikan wanita lanjut usia terlihat lebih bugar ketika lebih rajin berolahraga.

"Penemuan ini sangat menarik karena sangat mungkin bahwa meningkatkan kebugaran kardiovaskular orang-orang usia paruh baya dapat menunda atau bahkan mencegah mereka dari terkena alzheimer," kata Helena Hörder, salah satu peneliti studi tersebut, demikian dikutip dari NBC.

Kamu bisa lakukan olahraga apapun untuk menjaga otakmu agar tetap sehat dan badan tetap bugar, misalnya dengan melakukan yoga.

6.  Berkebun
Berkebun disebut mampu meningkatkan mood dan fungsi otak, namun tak ada yang dapat menjelaskan mengapa.

Beberapa peneliti menduga disebabkan oleh kombinasi dari menyentuh tanah, terekspos sinar matahari (yang penuh dengan vitamin D) serta rasa puas melihat makhluk hidup bertumbuh menyeimbangkan kembali elektrolit dan muatan alami dalam tubuh, dilansir dari DHB.

7. Aplikasi latihan otak
Majunya perkembangan teknologi jaman sekarang tak lepas dari membantu kegiatan sehari-hari. Ada banyak aplikasi telepon genggam yang diciptakan untuk meningkatkan kerja otakmu.

Beberapa aplikasi telah diujicoba dan dibuktikan dapat mencegah serta melawan demensia dan Alzheimer's. Misalnya seperti aplikasi bernama Lumosity, CleverMind, Brain Trainer, dan Dakim Game.

8. Main alat musik
Musik itu melegakan dan menenangkan, bahkan ada penelitian yang mengungkap bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam perut dapat mencerdaskan. Oleh karena itu, sebagian besar musisi memiliki risiko rendah terkena demensia.

Terapi musik juga mulai dilakukan untuk mengatasi pengidap demensia. Dengan bermain musik (atau bisa juga dengan rutin mendengarkan musik, jika kamu tak bisa memainkan alat musik satupun) kemampuanmu untuk mengingat dalam jangka panjang dan jangka pendek lebih meningkat.

Akan tetapi jenis musik juga mempengaruhi, lho. Yang disarankan adalah musik-musik bergenre klasik, etnik dan jazz.

9. Aktifitas mendetail dan koordinasi tangan-mata
Dewasa ini, orang yang mampu mengingat informasi sekaligus melakukan aktifitas mendetail itu luar biasa. Ada banyak kegiatan atau aktifitas yang membutuhkan detail dan koordinasi pada tangan dan mata.

Misal merajut, menjahit dan story telling dapat membuat otakmu tetap berfungsi karena transisi pada detail dan gambar yang lebih besar membantu otakmu menjaga informasi.

10. Belajar bahasa asing
Mempelajari bahasa lain di luar bahasa ibu kita menstimulasi hampir seluruh bagian otak kita. Selain itu, dalam mempelajari bahasa kita juga mengadopsi cara berpikir dan budaya yang berbeda.

Hal tersebut dapat meningkatkan kerja otak, karena ketika mempelajari bahasa lain maka otak harus menulis ulang 'pusat bahasa' di otak.

Sumber : health.detik.com

 

SUPERMAP LEARNING CENTER
Pusat Pelatihan Pendidikan dan SDM Profesional
Mind Mapping - Super Memory - Speed Reading - Goal Setting

Pin It